Sarjana & Magister Sistem Informasi · End-to-End Software Developer · Data Analyst Enthusiast
Membangun fondasi kuat dalam pengembangan perangkat lunak, algoritma analisis data, dan kepemimpinan akademis di Universitas Multi Data Palembang.
Universitas Multi Data Palembang · Masuk 2020
Sistem Pelayanan Cepat & Akurat STAKLIM SUMSEL · Kerjasama Kampus & BMKG
Website diakui secara legal sebagai karya intelektual anak bangsa oleh Kementerian Hukum & HAM.
Kombinasi Rekayasa Perangkat Lunak & Pemanfaatan Data
Universitas Multi Data Palembang
Penerapan Kasus Riil Sektor Pertanian & Perkebunan
Pengembangan Sistem ERP End-to-End pada industri perkebunan karet/lateks, dilengkapi arsitektur PWA Offline-First dan integrasi IoT Jembatan Timbang.
Mengubah kumpulan data teknis laboratorium (DRC, VFA, NH3, pH) menjadi wawasan strategis menggunakan Microsoft Power BI, pemodelan Snowflake Schema, dan analitik lanjutan DAX.
Rata-rata Tertimbang untuk menghilangkan bias — memastikan wilayah bervolume besar memberi bobot proporsional pada performa perusahaan.
Fungsi otomatis melabeli Region Quality Grade (Premium, Standard, Low Quality) berdasarkan parameter kualitas lateks secara presisi.
Formula khusus untuk memantau pertumbuhan MoM Growth dan kalkulasi rasio risiko pembusukan (High VFA Alerts) secara real-time.
Geser slider DRC dan VFA untuk melihat bagaimana algoritma DAX menentukan kualitas wilayah secara real-time!
Lateks memenuhi kriteria Weighted Average DRC Tinggi dan risiko pembusukan sangat rendah. Layak mendapatkan harga insentif terbaik.
Inefisiensi ekstrem di Sukadarma & Lubuk Bandung: VFA Alert 75–100% meski volume produksi sangat kecil (<0,5%).
Wilayah Sungai Dua: kadar karet tinggi namun diiringi tingkat pembusukan 28% akibat penanganan pasca-panen yang kurang baik.
Langkan sebagai wilayah paling kritis ("Double Trouble") — kadar karet rendah sekaligus tingkat kerusakan mencapai 45%.
Menghentikan pembelian dari wilayah High Risk, Low Return untuk meningkatkan rata-rata kualitas perusahaan secara keseluruhan.
Skema harga berjenjang dan "Pinalti VFA" untuk memaksa perbaikan kualitas penanganan lateks oleh supplier.
Mengalihkan fokus sumber daya ke wilayah penyumbang volume besar (seperti Seterio) agar standar operasional tetap terjaga.